Tuesday, January 29, 2013

Bakso Babi Berlabel Halal Beredar di Jakarta Barat

Sidak yang dilakukan Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, petugas mendapati bakso campuran daging babi berlabel halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) merek Planetaria 56. Temuan tersebut didapati dari tiga pedagang di dua pasar di Jakarta Barat.

Menurut penuturan Acung (40), pedagang yang kedapatan menjual bakso yang di kemasannya tertulis diproduksi oleh PT Usaha Food, Tangerang, Banten. Dia tidak mengetahui jika bakso yang sebungkus berisi 50 butir ini mengandung daging babi.

"Saya enggak tahu kalau bakso ini ada daging babinya. Soalnya di atasnya kan ada logo halal MUI-nya," ujar dia di Jakarta Barat, Jumat (14/12).

Pedagang yang sudah sepuluh tahun berdagang di Pasar Tomang Barat mengaku sudah tiga bulan menjual bakso merek Planetaria 56. "Awalnya, bakso ini ditawarin sama sales. Abis itu ada sales yang nganterin ke sini. Sehari paling yang laku empat bungkus," ujar pedagang yang menempati kios di lantai dua pasar Tomang Barat.

Meski ada unsur daging babi, Acung mengaku bakso merek Planetaria termasuk mahal. Untuk bakso kemasan isi 50, dijual seharga Rp 58 ribu. Berbeda dengan bakso yang murni berbahan daging sapi. Merek Kebon Jeruk dengan isi 50 butir dijual dengan harga Rp 35 ribu. Sedangkan merek Monalisa dengan isi 100 dijual dengan harga Rp 85 ribu.


Pedagang yang sehari-hari dibantu seorang pegawai ini mengatakan kalau toko agen sales bakso Planetaria 56 berada di wilayah Jelambar. "Agennya di Jalan Fajar, Jelambar, dekat rumah duka Jelambar," imbuhnya.

Sementara itu, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kota Jakarta Barat Moris Parlindungan Sihombing mengatakan, kasus ini masuk ke dalam UU Penipuan Konsumen. "Dari pedagang, bakso Planetaria 56 diambil dari Jelambar yang disuplai langsung dari Tangerang," imbuhnya.(Sumber : Merdeka)

Pedagang Bakso Bersertifikat Halal Kurang

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'aruf Amin mengungkapkan dari puluhan ribu pedagang Bakso di Jakarta, ternyata yang memiliki sertifikat 'halal' kurang dari 1 persen. Temuan itu didapatkannya setelah melakukan tinjauan ke berbagai tempat di DKI Jakarta.

"Dari informasi yang kami dapatkan dari seluruh pedagang Bakso, kurang dari 1 persen yang mengantongi sertifikat halal," kata Ma'aruf di Gedung MUI, Rabu (19/12).

Sebenarnya sudah banyak pedagang bakso yang mengajukan sertifikat halal. Tapi karena beberapa persyaratan belum dipenuhi maka permohonan tersebut tidak dapat diproses. Hal ini membuat beberapa oknum memalsukan sertifikat.

"Terhadap penyalahgunaan atau pemalsuan sertifikat dan logo halal MUI oleh pihak tertentu, maka MUI mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas masalah tersebut," ujarnya.Selain itu, Ma'aruf meminta pemerintah lebih peduli dengan isu yang belakangan ini menyebar di masyarakat, khususnya Jakarta terkait banyaknya oplosan daging Babi dengan daging Sapi di dalam makanan terutama Bakso."Saya minta pemerintah lebih intensif dalam melakukan sidak ke pasar-pasar," tegasnya. (Sumber : Merdeka)

Cara Membedakan Bakso Yang Aman Dan Halal

Jakarta - Adanya kabar mengenai penggunaan bahan non pangan pada produk bakso membuat konsumen jadi ragu. Pasalnya, bahan tersebut memberikan berbahaya jika dikonsumsi. Bagaimana cara mengenali bakso yang aman dan halal?

kami akan memberikan tipsnya bagaimana cara membedakannya :Yang pertama adalah dengan mengenali ciri-ciri fisik bakso secara kasat mata. Bakso yang berkualitas memiliki bentuk bulat halus, ukurannya seragam, bersih, tidak kusam, juga tidak berjamur ataupun berlendir.

Saat membeli bakso mentah ataupun siap santap, perhatikan warnanya. Bakso yang baik umumnya berwarna coklat muda cerah ataupun sedikit kemerahan dan warnanya merata. Bakso yang baik juga tak berbau aneh seperti tengik, asam, basi, ataupun busuk.

Untuk mendapatkan bakso yang benar halal, pastikan gerai bakso yang Anda kunjungi memiliki sertifikat halal. Jika membeli bakso yang siap olah, pastikan juga tertera logo halal dari badan sertifikasi terpercaya pada kemasannya. Perhatikan juga tanggal produksi serta tanggal kadaluarsanya.

Agar lebih terjamin, membuat bakso sendiri juga menjadi opsi yang efektif. Dagingnya bisa dipilih sendiri dan dibeli di tempat yang khusus menjual daging berlabel halal. Dengan membuat sendiri, tentu Anda bisa memastikan semua bahan yang digunakan aman dan dijamin halal.. (Sumber : Detik Food)